Tutorial Memotret Bintang Pada Malam Hari


      Hay nama gue farhan, udah lama ga posting karena kepadatan jadwal gue(halah)... 
Yap pada kesempatan kali ini gue mau bagi-bagi tutorial bagi astronomers dan fotografer, yang seperti ini dibilang Astrofotografi, apa itu Astrofotografi
Astrofotografi adalah salah satu seni fotografi yang mengambil foto objek seputar langit malam dan objek-objek langit lainnya seperti planet, bulan, galaksi, nebula, cluster dan bintang-bintang.

Berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah foto langit yang berlatar belakang kan objek bintang-bintang :

1. Kamera DSLR(Digital Single Lens Reflex), Ini yang paling krusial di seni fotografi, yaitu kamera, gue rekommendasikan memakai DSLR untung memotret bintang.

2. Sebelum lo memulai, alangkah baiknya menghindari Polusi Cahaya saat malam hari yang terbebas dari polusi cahaya adalah langit tidak diterangi oleh cahaya-cahaya lampu kota dan langit bersih dari polusi udara(asap), awan maupun kabut. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah mata kita dapat melihat banyak bintang dilangit. Jika hanya satu atau dua bintang yang terlihat maka bisa jadi polusi cahaya sudah sangat tinggi. 
Tempat terbaik untuk memotret bintang adalah di desa, pegunungan, tepi pantai ataupun tempat yang jauh dari lampu-lampu perkotaan.

3. Kamera harus mendukung pengaturan “Manual” dan tekhnik “Long Exposure”. Dimana shutter speed/Exposure time dapat diatur hingga beberapa detik.

 Semua udah siap? yuk lanjut di bawah...

Atur Setting Kamera dengan tekhnik Long Exposure
Tepatkan settingan kamera pada mode M atau Manual,

dan atur setinggan ini :
  • ISO 3200 (semakin tinggi semakin baik karena peka terhadap cahaya)
  • F4.0 (atau angka terkecil)
  • Picture Style Landscape
  • Exposure time 30″ (30 detik)
  • Kualitas gambar Raw + L atau menyesuaikan kapasitas memory boleh menggunakan Small, Medium atau Large.
Deskripsi: ISO atau ASA merupakan tingkat kepekaan cahaya pada sensor kamera dalam menangkap banyakya cahaya. Semakin tinggi angka ISO nya maka semakin tinggi kepekaan sensor kamera terhadap cahaya yang didapat dari objek yang di potret.

F4.0 merupakan setingan diafragma pada kamera. Diafragma pada kamera berfungsi sebagai pengatur banyak sedikit nya cahaya yang masuk kedalam sensor kamera. Semakin kecil angka diafragma maka semakin lebar diafragma yang dibuka dan cahaya yang masuk semakin banyak.

Exposure time 30″ merupakan setingan waktu dari lamanya sensor kamera dalam menangkap cahaya. Semakin lama maka akan semakin banyak cahaya yang di dapatkan.

Picture Style. Picture style yang akan kita gunakan adalah Landscape. Karena kita memotret langit malam dan cenderung objek yang di potret bersudut pandang lebar dan luas maka disarankan menggunakan setingan landscape agar warna yang didapat lebih maksimal.Tidak menutup kemungkinan anda dapat mencoba Potrait dan Neutral

Kualitas gambar. Kualitas gambar merupakan pilihan yang dapat anda sesuaikan terhadap kebutuhan dan kapasitas memory yang anda gunakan. Dalam tutorial ini anda boleh menggunakan setingan Large, Medium maupun Small. So up to you
  Setelah settingnya siap saatnya Memotret bintang dilangit

      Pastikan lensa telah fokus terhadap objek berjarak jauh. 

Jika kesulitan mengambil fokus, ubah setting lensa menjadi auto focus (AF) dan ubah exposure time ke 10″ kemudian arah kan lensa ke titik cahaya (lampu) terjauh dan paling terang. 
Cobalah untuk memotret lampu atau cahaya terang tersebut. Setelah itu lihat hasil nya. Jika hasil foto ternyata sudah fokus maka ubah setingan lensa dari autofocus ke manual dan kembalikan exposure time dari 10″ menjadi 30″.

     Pasang kamera pada tripod anda dan mulailah mengarahkan kamera ke atas khusus nya langit malam yang berlatar belakangkan bintang2x. Setelah anda yakin siap untuk memotret bintang, pastikan tripod & kamera sudah terkunci dan tidak ada gerakan sedikitpun pada kamera & tripod. Tekan shutter dan biarkan kamera memotret langit selama 30 detik. Ingat! pada saat proses pemotretan dilarang menggerakkan kamera maupun tripod karena sedikit getaran saja bisa membuat foto dari bintang menjadi bergaris(trail). Selamat mencoba dan selamat memotret langit malam yang bertaburkan bintang-bintang.


Yak, sampe segini aja postingan gw, semoga bermanfaat ;)

source: kafeastronomi
 
 

G+

Previous
Next Post »

9 komentar



Fian Julio
admin
June 29, 2015 at 7:47:00 PM GMT+7 ×

wah manteb nih, tapi sayang g punya kamera dslr

BALAS
avatar
June 29, 2015 at 11:50:00 PM GMT+7 ×

wah, pengen di coba,,, tapi sayang, blm punya kamera :D

BALAS
avatar
Jiad Aulia
admin
June 29, 2015 at 11:56:00 PM GMT+7 ×

bisa gk gunain kamera hp? hehe
terus minta tutorial buat foto siluet gitu ya gan :D

BALAS
avatar
June 30, 2015 at 12:01:00 AM GMT+7 ×

kamera hp sejenis iphone bisa gan, memakai aplikasi night mode/night cap (katanya). siluet yah? sip gan :)

BALAS
avatar
wanto wahyu
admin
June 30, 2015 at 4:43:00 AM GMT+7 × This comment has been removed by the author.
avatar
June 30, 2015 at 3:24:00 PM GMT+7 ×

Kamera DSLR udah ada, tinggal bakat make kameranya yang blm ada. :-(

BALAS
avatar

Blogger Bijak Selalu Ninggalin Jejak ! Show EmoticonHide Emoticon

Thanks banget yang udah mau sempetin comment, karena SERIUS itu sangat berarti buat gue ^-^