Apa Yang Terjadi Jika Bumi...

Hay nama gue Farhan, kali ini gw mau memposting tentang BUMI! yap, apa yang terjadi jika rumah tercinta kita kehilangan matahari, seperti piring, kehilangan atmosfir, berhenti berputar, tidak memiliki/berlipat ganda gravitasinya, tanpa bulan, bumi berbentuk kubus, dan bertukar dengan mars ?? Dari pada penasarn kita langsung aja ke bawah...

1. Apa yang terjadi jika bumi kehilangan matahari?



Sebelum lebih jauh, jika matahari tidak ada sejak awal, maka planet-planet di tata surya tidak akan pernah ada. karena bumi dan seluruh planet di tata surya terbentuk dari materi yang ada di piringan gas dan debu yang membentuk matahari.


Tetapi jika yang dimaksudkan adalah apa yang terjadi jika matahari tiba-tiba menghilang, maka lain lagi ceritanya.


Matahari merupakan bintang yang menjadi pusat di Tata Surya, planet-planet bergerak mengitarinya. Sebenarnya, setiap planet “ingin” bergerak lurus, tetapi karena ada gaya gravitasi dari Matahari yang menarik mereka, maka gerak planet jadi melengkung dan mengelilingi Matahari!

Jika suatu hari Matahari tiba-tiba menghilang, maka tidak ada lagi gaya tarik yang kuat dari Matahari yang menjaga planet-planet tetap berada pada orbitnya. Akhirnya planet-planet akan terlepas dan bergerak sepanjang garis lurus.

Apa yang terjadi selanjutnya? Beberapa planet mungkin berpapasan dan kalau terlalu dekat bisa saja bertabrakan. Tapi tampaknya yang akan terjadi adalah planet-planet akan terus bergerak meninggalkan Tata Surya. Bahkan mereka harus mengembara ribuan tahun sebelum bertemu obyek lain atau sistem planet di bintang lain.

Lalu apa akibatnya untuk Bumi? Bagi Bumi, Matahari punya peran yang sangat besar! Ia tidak hanya menjadi cahaya penerang, tetapi juga sumber energi bagi kehidupan di Bumi. Tanpa Matahari… maka tidak ada kehidupan!
Saat Matahari menghilang, kegelapan akan melanda Bumi. Bulan tak lagi tampak karena tidak ada cahaya Matahari yang bisa ia pantulkan. Planet-planet pun menghilang satu per satu dilanda kegelapan.
Tanpa Matahari, sumber energi bagi Bumi pun menghilang. Temperatur di Bumi akan menurun drastis dan Bumi pun membeku, dan atmosfer yang seharusnya jadi pelindung Bumi juga ikut membeku dan hancur.
Di Bumi yang beku, kehidupan tidak akan bisa bertahan. Tumbuhan butuh Matahari untuk memasak makanannya. Tidak ada Matahari, tidak ada makanan, tumbuhan pun mati. Ketika tumbuhan mati, maka rantai makanan pun putus dan seluruh kehidupan di dalamnya tidak akan bisa bertahan.
Tanpa Matahari, kehidupan akan musnah dan Bumi akan jadi planet beku yang mengembara di alam semesta!


2. Apa yang terjadi jika bumi datar seperti piring?




Saat bumi berbentuk datar seperti piring pusat gravitasi tidak di tengah melainkan di sisi luar. Sehingga bagian tengah ini sulit untuk ditinggali karena segala hal sulit dilakukan disana bahkan untuk berjalan.Saat kamu berjalan menuju ke tepian, kamu akan merasa berjalan seperti mendaki sebuah bukit dan semakin mendekati ujungnya kamu akan merasa mendaki sebuah lereng dengan kemiringan 90 derajat. Oleh karena itu manusia yang akan jatuh ke ujung bumi justru akan terlempar kembali ke pusat bumi. Kecil kuemungkinan untuj mati tapi tetap menyakitkan. Untuk manusia yang tinggal didekat pusat bumi jika mencoba untuk melompat, rasanya akan seperti terbang.


Selain hal tersebut, efek gravitasi ini akan mempengaruhi jenis manusia. Jika manusia yang tinggal di bagian tengah bumi akan cenderung normal atau tumbuh tinggi tapi memiliki kepadatan tulang rendah dan lemah. Sebaliknya untuk manusia yang tinggal di tepian bumi akan cenderung lebih pendek namun memiliki kepadatan tulang yang tinggi dan super kuat.


Akan tetapi bumi tidak mungkin datar. karena pada dasarnya sebuah benda raksasa berbentuk piringan dan memiliki ppermukaan datar tidak mungkn "tidak hancur" di alam semesta. Jika bumi datar, maka tidak lama dia akan hancur akibat gaya gravitasinya sendiri dan bergabung menjadi bola seperti saat ini. Oleh sebat itu sebuah benda di luar angkasa yang berdiameter ratusan kilometer berbentuk bulat.



3. Apa yang terjadi jika bumi kehilangan atmosfir?


Atmosfer menjadi 'payung' di siang hari untuk melindungi seluruh makhluk yang ada di Bumi dari panas yang memanggang, sedangkan malam hari atmosfer berguna sebagai selimut untuk melindungi umat manusia dari kebekuan. 


Jika atmosfer Bumi tidak ada, maka menurut perhitungan suhu Bumi pada malam hari jadi minus 270 derajat Celcius, yang berarti kehidupan di Bumi akan punah dengan cara membeku. 

Jika Lapisan troposphere (lapisan atmosfer yg paling bawah) tidak ada, maka bumi akan mengalami kekeringan, karena lapisan troposphere ini adalah tempatnya pembentukan awan hujan. 

Atmosfer bumi juga melindungi bumi dari serangan meteor. Jika atmosfer hilang, maka meteor pun langsung menghantam bumi. 


Lapisan atmosfer yg disebut ionosphere, berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Bayangkan jika lapisan ini tdk ada maka manusia tidak pernah bisa mendengarkan berita, informasi, musik, atau apapun melalui media radio. 


Atmosfer kita juga menahan terpaan badai matahari, dari terpaan tersebut akan ditahan oleh atmosfer dan kutub Bumi. Tetapi, jika tak ada atmosfer, maka badai matahari akan langsung mengenai permukaan Bumi. 


Atmosfer Bumi yang terdiri dari mayoritas nitrogen (78%), 20% oksigen, dan 1% gas-gas lain, dibutuhkan untuk syarat hidup oleh semua makhluk (manusia, hewan, tumbuhan). Tidak ada atmosfer maka semua akan mati. 


Itulah hal-hal yang diakibatkan jika atmosfer Bumi tak ada. Masih banyak hal buruk lainnya yang tentunya lebih buruk dari hal yang disebutkan di atas.



4. Apa yang terjadi jika bumi berhenti berputar?



Jika bumi tiba-tiba berhenti, atmosfer bumi akan tetap berputar dengan kecepatan 1.670 kilometer per jam di daerah Khatulistiwa. 


Pada kondisi itu maka benda yang ada di Bumi bisa meluncur layaknya peluru. Jika pun dalam kondisi peluncuran itu, manusia masih bisa bertahan, bencana lain akan segera datang. Gelombang angin berguling yang sangat kuat, akan menghempaskan benda yang ada di daratan. hembusan angin ini mirip degan ledakan bom atom dan akan melalui seluruh permukaan bumi. 


Gesekan Bumi dengan angin dahsyat itu selanjutnya akan menyebabkan kebakaran besar dan erosi yang dahsyat. 


Sementara luar Bumi tengah bergelombang, medan magnet Bumi akan lenyap dan dampaknya manusia harus siap menerima paparan mematikan dari radiasi sinar matahari.

Lautan juga akan berubah ganas dan menciptakan tsunami besar. Selanjutnya dengan posisi berhenti berputar, Bumi secara melambat akan berotasi dan menyebabkan sebagian wilayah bumi akan mengalami siang hari permanen selama 365 hari. Sebaliknya, belahan Bumi lain akan mengalami malam sepanjang tahun. 
Kondisi itu mirip dengan situasi bulan saat ini, yang mana dua minggu sisi depan bulan akan diterangi matahari dan sisi belakang lainnya bulan akan menyala. 

Namun demikian, meski begitu mengerikan, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan kondisi itu terjadi dalam waktu dekat adalah sangat kecil. NASA memperkirakan kondisi itu terjadi pada miliaran tahun lagi.



5. Apa yang terjadi jika bumi tidak memiliki atau berlipat ganda gravitasinya? 





Apa ya kira-kira yang akan terjadi kalau idak ada gravitasi dibumi ini?. Apel tidak jatuh ke tanah lagi? rasanya lebih dari itu. Hal ini yang mungkin terjadi jika tidak ada gravitasi dibumi ini.

Seperti yang kita ketahui jika bumi tidak ada gravitasi maka benda-benda akan mengambang, bahkan manuisapun akan ikut mengambang. Bahkan yang mengerikan juga tanpa adanya gravitasi tidak ada alasan lagi untuk air dilautan, di danau bahkan atmosfer untuk tetap pada posisinya. Tanpa hal tersebut maka makhluk hidup akan sulit berketahan.


Jika gravitasi dilipat gandakan?.

Ini juga tidak kalah buruk, karena semua akan menjadi 2 kali lebih berat. Rumah, bangunan pencakar langut dan lain sebagainya bisa saja struktur mereka tidak dapat menahan beban akibat gravitasi yang berlipat ini. Selain itu tekanan udara juga akan bertambah akibatnya dapat mempengaruhi cuaca.

6. Apa yang terjadi jika bumi tanpa bulan?



Tahukah anda jika sejak 4.5 miliar tahun yang lalu, bulan ternyata tbergerak 18 kali lebih jauh dari bumi. Lantas bagaimana jika bulan-benar-benar meninggalkan bumi?

Tanpa bulan lautan di bumi tidak akan mengalami pasang surut. bbahkan hitungan hari di bumipun berbuah dan menjadi lebih panjang dari sebelumnya.
Bumi dan Bulan nyatanya terkunci dalam satu lingkupan gravitasi. Dan keduanya pun memiliki keterkaitan saat melakukan proses rotasi. Sehingga, saat Bumi berputar lebih lambat di orbitnya, Bulan justru akan berputar lebih cepat.
Dengan keterkaitan erat tersebut, Bulan diprediksi tidak akan pernah benar-benar lepas dari Bumi. Jika terus melambat, maka Bumi akhirnya akan berputar pada tingkat yang sama dengan orbit Bulan.

7. Apa yang terjadi jika bumi bertukar dengan mars?




Tata surya seimbang akibat adanya gravitasi sehingga setiap planet stabil pada orbitnya. Dengan keseimbangan itu lantas apa yang terjadi kita mencoba mengganggu sistemnya dengan menukar posisi bumi dengan mars?

Jika hal itu terjadi maka akan mars akan benar-benar mendapatkan dampak yang baik dari sisi kelayakhunian. Es yang berada dikutub planet akan mencair dan akan membanjiri planet mars dengan air. Suhu akan meningkat dan gas akan terlepas dari tanah. Penebalan atmosferpun bisa terjadi sehingga membuatnya hampir sehangat bumi.

Di sisi lain bumi akan menerima sinar matahari setengah dari sebelumnya, sehingga bumi akan menjadi lebih dingin dan membeku. Hari-hari kita akan lebih lama saju jam seain itu bumi akan kehilangan beberapa atmmosfernya.

Dalam hal pergerakan planet, hasilna akan sangat kacau. Planet-planet luar mungkn akan tetap sama, tetapi orbit merkurius akan bervariasi dalam bentuk elips raksasa. Demikian halnya untu planet mars akan bergerak berfluktuasi mendakat dan menjauhi matahari. Dariplanetpalnet dalam, hanya bumi dan venus yang akan mampu mempertahankan orbitnya agak stabil dari posisi mereka.


8. Apa yang terjadi jika bumi berbentuk kubus?


Wah kalau bentuk bumi ekstrim berbentuk kubus bagaimana jadinya ya?
Jika bumi berbentu kubus gravitasi akan terkuat di pusat setiap muka (karena gaya gravitasi meningkat bila lebih dekat dengan pusat gravitasi). Akibatnya, semua air, dan memang atmosfer kita sendiri akan ditarik ke tengah permukan masing-masing sisi. Jadi tepi bumi akan banyak daratan dan tidak ada atmosfer, sedangkan pusat pada setiap sisi permukaan akan menjadi tuan rumah lautan raksasa dan atmosfernya sangat tebal, masing-masing daerah yang berpotensi dengan ekosistem tersendiri yang berbeda. Ini akan menjadi planet yang sangat berbeda dengan bumi yang kita kenal.


G+

Previous
Next Post »

8 komentar



Whempy
admin
March 24, 2015 at 10:19:00 PM GMT+7 ×

yang paling ane takutin adalah jika bumi kehilangan atmosfir nah, itu ane nggak bisa bayangin lagi dah.. bakalan gimana isi bumi kalo seumpanya atmosfirnya menghilang idih ngeri lah.... ane gan ya allah.

dan juga kalau bumi berhenti berputar, aduh... ane pasrah dah gan sama yg diatas nggak usah bertahan tahan lgi lah memang hendaknya begitu tiada lgi yang bisa menghalangi kalau yg diatas sudah bertindak...

postingannya keren gan,... bercampur dengan ngeri sedap jadi seru hehe bacanya...
keep blogging gan!!!

BALAS
avatar
March 24, 2015 at 10:21:00 PM GMT+7 ×

sip gan makasih atas komentar nya :)

BALAS
avatar
March 25, 2015 at 7:27:00 AM GMT+7 ×

Gw aneh han ama yang kubus :v ngakak jer

BALAS
avatar
March 25, 2015 at 5:29:00 PM GMT+7 ×

wkwk itukan pemikiran kita tentang bumi :-)

BALAS
avatar
March 26, 2015 at 6:32:00 PM GMT+7 ×

Done http://smpn1brj.blogspot.com/

BALAS
avatar
Anonymous
admin
November 3, 2015 at 11:55:00 PM GMT+7 ×

travel bandung murah

BALAS
avatar

Blogger Bijak Selalu Ninggalin Jejak ! Show EmoticonHide Emoticon

Thanks banget yang udah mau sempetin comment, karena SERIUS itu sangat berarti buat gue ^-^